Safari Camp 2013



Safari camp adalah perkemahan dengan jalan-jalan, itu termasuk agenda wajib untuk pelantikan anggota pramuka di sekolahanku. Jagan dikira kegiatan yang dilakukan hanya jalan kaki dari start sampai finish (udah kayak gerak jalan aja xD). Kegiatannya lebih menyenangkan dari itu, dan lelah yang dirasakan karena berlajan kaki akan terbayar ketika kami sampai dipuncak bukit. Dan banyaaakk sekali pelajaran berharga yang bisa didapatkan dari awal hingga akhir perjalanan.
Agenda dimulai dengan upacara pemberangkatan di sanggar pramuka pusat kwarcab Gresik. Setelah upacara pemberangkatan selesai, peserta diperiksai kelengkapan barang bawaannya. Seperti biasa, dalam pramuka selalu diterpkan hukuman bagi yang tidak taat aturan. Untuk yang barang bawaannya kurang akan diperintahkan untuk push-up bagi laki-laki dan scout-jump bagi perempuan. Ini bukan berarti menyiksa yaa, hal ini justru melatih kita untuk lebih disiplin dalam menjalankan aturan.
Dalam perjalanan safari camp ini kami dilarang membawa makanan ringan, hanya ada dua botol air mineral, mie instan dan beberapa liter beras yang boleh kami bawa. Alasannya agar kami bisa menyatu lebih dekat dengan alam, karena ditakutkan jika membawa makanan ringan akan berdampak pada pola membuang sampah sembarangan di alam bebas. Lalu membawa mie instan bukankah itu akan menghasilkan sampah juga? iya tapi kami ada jadwal masak dan makan, sehingga akan lebih mudah menggumpulkan sampah untuk dibawa pulang (bukan untuk dibuang bebas di alam).
Perjalanan pun dimulai saat waktu menunjukkan pukul 16.00, dari titik awal pemberangkatan kami melewati perkampungan hingga melewati hutan-hutan. Tidak ada yang terpisah satu sama lain. Kami berjalan berurutan, tanpa berlari meninggalkan dan tanpa saling mendahului. Hari semakin lama semakin larut, namun masih ada remang-remang cahaya matahari yang menuntun arah jalan kami. Kami menentukan titik pemberhentian di daerah Sunan Giri untuk menunaikan shalat Maghrib dan Isya’. Air mineral yang mulai habis kami isi dari gentong (tempat menyimpan air bersih yang layak minum) yang ada di daerah makam Sunan Giri. Disela-sela menunggu adzan Isya’ kami memutuskan untuk melanggar aturan, dengan membeli makanan diluar, karena di daerah Sunan Giri banyak sekali makanan-makanan betebaran. Kami siap segala resiko dihukum jika ketahuan *tapi untungnya tidak haha.
Perjalanan berlanjut, kami menyalakan senter kami masing-masing untuk menuju hutan (lagi). Untuk mencapai bukit Hollywood dan beristirahat disana. Diperjalanan dipenuhi rasa ketakutan. Tak henti mengucap kalimat basmalah tanpa tau kapan akan berakhir dengan kalimat hamdalah. Sekitar pukul sembilan malam kami sampai di puncak bukit. Di puncak ini terlihat begitu indah kota Gresik. Sayangnya tidak bisa diabadikan dengan kamera. Mengapa? Kami dilarang menggunakan handphone memang. Kami masing-masing mendirikan tenda dari jas hujan yang lebar, satu tenda berisikan 3-4 orang. Namun sayangnya entah kenapa tenda ku (tenda kami bertiga) tidak bisa didirikan. Setelah ditelusuri ternyata kami mengambil tempat yang salah. Kabarnya tempat yang gagal kita tempati itu menjadi jalan lewat mobil truk ghaib bekas perusahaan tambang disini dulu. Hampir 5 kali tenda kami selalu roboh, kamipun mencoba memindahkannya ditempat lain, dan ternyata langsung tegap sekali pasang. Tapi kami bukan penakut!
Kami diperintahkan untuk tidur, karena malam nanti ada upacara untuk menuju pelantikan Batara (pelantikan untuk yang sudah memenuhi SKU Pramuka tingkat pertama). Larut malam sekali sekitar jam 12 dini hari kami dibangunkan satu per satu dengan acak tanpa ada suara dan setiap anak dipanggil satu persatu untuk diberikaan satu cahaya lilin beserta buku wasiat pramuka. Satu per satu anak diantarkan ke tempat yang gelap yang entah itu dimana (tetapi masih sekitar area Bukit Hollywood) dan kami dipersilahkan membaca dengan satu lilin tetap menyala tanpa boleh redup.
Gelap. Tanpa cahaya. Hanya ada satu lilin yang harus benar-benar kami jaga beserta amanah membaca lembar demi lembar bukunya. Aku masih ingat dengan beberapa kalimat didalam buku tersebut. “Dunia ini gelap, maka sinari dengan cahaya ilmu pengetahuan”. Tiba-tiba aku tersentuh dan merinding *entah karena membaca kalimat itu atau karena sadar aku berada ditempat gelap dan sendiri. Tapi karena peristiwa itu aku jadi sadar. Butuh gelap untuk menghargai cahaya. Kemudian setelah lilin hampir habis akupun menyudahi dan kembali ke tenda, melaporkan bahwa yang disebut ritual itu telah selesai aku jalankan kepada pembina pramuka ku. Dan melanjutkan tidur kembali.
Perjalanan dimulai lagi, pukul 2 dini hari. Kami berjalan menuruni bukit dan mencari masjid untuk di singgahi dan tentunya untuk sholat subuh. Lelah sekali rasanya, tapi semoga lillah. Perjalanan ini sungguh banyak memberikan pelajaran berharga. Kami beristirahat di jalanan sepi sekitan pabrik lama yang sudah tidak beroperasi. Mitosnya ada kisah horor yang selalu terjadi setiap dini hari disini. Ketika kami berhenti ada mobil pengangkut barang lewat, jaraknya agak jauh dari kami. kami bertanya apa itu yang disebut mobil berhantu? Mobil itu menyalakan lampu terang sekali yang awalnya meredup. Kami ketakutan, setelah dilihat pembina kami. tenyata di mobil itu ada orangnya dan bukan makhluk jadi-jadian. Kamipun terus melanjutkan perjalanan hingga akhirnya bertemu masjid.
Setelah itu perjalan berlanjut ke goa kelalawar untuk pelantikan anggota muda disana. Pemandangannya indah. Tidak mengecewakan. Kami masak untuk sarapan, dengan bahan dan alat masak seadanya yang tentunya ramah lingkungan. Kami belajar memasak dengan kayu, yang kami kumpulkan dari ranting-ranting disekitaran bukit goa kelalawar tersebut. Kami makan bersama-sama. Tak ada sampah satupun setelah makan! Kami diajarkan disiplin untuk hal sekecil apapun, bahkan sampah sekecil apapun harus bersih dari tempat itu. Setelahnya kami tukar kado. Lucu sekali kado yang ku dapat. Mainan bebek kecil. Acara pun berlanjut ke pelantikan anggota. Serta penutupan kegiatan 2 hari ini.

“Perjalanan selalu saja memberikan arti dan pelajaran berharga. Berpetualanglah untuk mengambil makna kehidupan yang sebenarnya”

Comments

Popular posts from this blog

Event Hunter

Surat Cinta Anak Pesantren

14 Februari