Hari Bumi



Hijau rindang sekolahku
Di sini aku menemukan hidup baru
Dalam deraian syukur dalam kalbu
Menatap masa depan di dalam rumah keduaku

Di sini, kehijauan yang menghampiri ruang dan waktu
Angin semilir diterpa kesejukan membelai lembut
Kedamaian merasuk kedalam hatiku
Di sini, di sekolahku . . . .

Aku duduk di bawah pohon hijau
Diatas rumput yang berbaris rapi
Dengan lembutnya semilir angin
Sekolah, taman terindah pencari ilmu

****
Begitu mungkin gambaan sekolahnku. Hari ini betepatan dengan hari bumi, yaitu tanggal 22 April. Setiap tahunnya sekolahan ku selalu memperingatinya. Wajarlah, karena sekolahanku termasuk sekolah Adiwiyata. Mungkin berbeda dengan sekolahan lainnya, cara memperingati hari bumi di sekolahanku termasuk patut di apresiasi. Di Sekolahanku tidak diperbolehkan membawa kendaraan bermotor saat hari bumi. Tujuannya untuk mengurangi polusi udara. Bukan hanya siswa saja yang harus megikuti aturan ini, guru dan kepala sekolah pun demikian.

Kebanyakan dari kami menggunakan sepeda ontel atau berjalan kaki. Aku dan beberapa teman-temanku memilih berjalan kaki. Sebenarnya bukan berjalan kaki dari rumah, aku membawa sepeda motor namun ku titipkan di rumah temanku yang jaraknya lumayan dekat dengan sekolah. Tapi tetap saja terasa jauh jika harus ditempuh dengan berjalan kaki. Ini terlalu menguras tenaga, sungguh. Air mineral yang tadinya full sebotol, kini hanya tinggal seperempatnya. Aku tidak membayangkan betapa lelahnya orang tua ku dulu berangkat ke sekolah karena memang dulu jarang sekali ang namanya sepeda motor. 

Kembali ke hari bumi. Hari ini sekolahanku terasa sejuk sekali. sungguh.. Seandainya setiap hari seperti itu (tapi lelah juga berjalan kaki setiap hari wkwk). Rasanya parkiran sekolah luas sekali. Tidak ada satupun sepeda motor, hanya ada beberapa sepeda ontel saja (ini karena kebanyakan siswa melalukan cara seperti yang aku lakukan. Hahaha). Hari ini pun banyak mata pelajaran yang kosong. Kebanyakan dari kami mengisinya dengan bersepeda keliling sekolahan. 

Mungkin banyak cara untuk memperingati hari bumi. Salah satunya dengan menanam pohon. Sekolahan kami tidak melakukan itu, karena memang sudah terlalu banyak pohon di sekolahan ini. Mungkin cara tersebut bisa diterapkan di sekolah lain yang jumlah pohonnya masih sedikit. Mengapa harus menanam pohon? Untuk tetap menjaga kestabilan udara di sekitar kita, tentunya juga untuk menambah kesejukan. Selamat Hari Bumi.

Comments

Popular posts from this blog

Event Hunter

Surat Cinta Anak Pesantren

14 Februari