Semua Hanya Perihal Waktu
Tuhan nampaknya selalu memberikan
kejutan-kejutan indah didalam hidup manusia. Manusia harusnya bisa lebih
berprasangka baik terhadap apa yang ditakdirkan Tuhan nya. Bukan malah
men-judge itu buruk atau bagaimana. Percayalah Tuhan selalu memberi yang terbaik
dan memberi apa yang kita butuhkan.
Aku tak ubahnya hanya seorang manusia
yang seringkali merasakan Maha Kuasanya Tuhan ku. Dia mengaturkan waktuku
dengan sebaiknya. Tanpa terpeleset sekalipun. Tanpa berantakan sekalipun. Aku
bersyukur. Aku terharu menatap email di layar telepon genggamku. Ku buka
berkali-kali untuk memastikan. Yang hampir aku tak percaya sedikit pun. Sampai
pada akhirnya ada satu email sekali lagi masuk pada minggu berikutnya. “Anda
Dinyatakan Diterima sebagai penerima program Beasiswa Unggulan Tahun 2017”. Ini
bukan cerita soal Beasiswa ku saja. Tapi ini soal betapa Tuhan benar-benar
menunjukkan bahwa Dia-lah sebaik-baiknya pengatur waktu dan pengatur skenario.
Bulan Juni lalu Aku menerima email
berisikan LoA(Letter of Acceptence) yang menandakan aku berkesempatan menjadi
salah satu delegasi Indonesia untuk ke Malaysia. Tapi kegiatan ini berlangsung
ketika minggu kedua kuliahku di semester 3. Awalnya aku sempat bimbang untuk
berangkat pada kegiatan ini, terlebih aku masih menunggu pengumuman untuk
seleksi ke Malaysia (juga) tetapi kegiatannya sewaktu libur kuliah. Tepatnya
pada sekitar 16-18 Agustus. Aku lebih mengharapkan lolos pada seleksi ini.
Ternyata dugaanku salah. Aku tidak mendapatkan email masuk sekalipun.
Berikutnya, ku mantapkan hati untuk
mengambil keputusan mengikuti kegiatan Friendship From Indonesia to Malaysia.
Proposalku untuk pendanaan tiket pesawat pulang pergi Jakarta-Kuala Lumpur
belum juga ada kabar. Akhirnya aku memutuskan untuk meminjam kepada Ibuku.
Meskipun aku juga tidak tau kapan akan dikembalikan.
Bulan Juli akhir, aku harus ke kampus
menemui dosen untuk urusan yang mendadak. Sial sekali! Waktu liburku yang
seharusnya masih kuhabiskan dengan keluargaku akhirnya terpaksa ku sudahi. Tapi
tunggu dulu. Selang beberapa hari kemudian pihak Fakultas memberi perintah
untuk pencairan dana tiket pesawat Pulang-Pergi ku untuk kegiatan FFI di
Malaysia. Masih awal agustus, aku memutuskan untuk pulang kerumah (lagi). For
your information, rumahku di Jawa Timur sementara kuliahku di Jakarta.
Belum genap 3 hari aku dirumah Aku mendapatkan email untuk wawancara Beasiswa
pada tanggal 18 Agustus di Jakarta tepatnya. Kamu tau maksudnya apa? Ada tujuan
dibalik tidak lolosnya aku pada kegiatan yang ku bicarakan tadi.
Awalnya aku menganggap kepulanganku
sia-sia. Hanya terhitung seminggu saja. Aku mengomel pada diriku sendiri, ah
tau begitu aku tidak pulang, biar menunggu di Jakarta saja. Tapi ternyata aku
salah. Benar skenario Tuhan bahwa Aku harus pulang. Ada beberapa dokumen yang harus
aku ambil dan aku urus disini untuk keperluan beasiswa ku.
Bulan
September waktu dimana pengumuman kelulusan beasiswa dan keberangkatanku ke
Malaysia. Ku lihat email ku “Saudara dinyatakan BELUM DITERIMA sebagai
bla bla bla” dengan kata “Belum Diterima” yang di capslock sekaligus di Bold.
Tak apa, berarti itu belum rezeki ku. Aku mengucapkan selamat kepada temanku
yang kebetulan lolos beasiswa tersebut. Iya, dia memperjuangkan beasiswa itu
bersamaku dari ribetnya menulis rencana proposal studi hingga tahapan
wawancara. Alhamdulillah. Ku ucap syukur untuk sedikit menenangkan hati. Kamu
tahu kenapa? Setidaknya aku tidak harus menghanguskan tiket ke Kuala Lumpur
minggu depan. Karena tanda tangan kontrak beasiswa bertepatan dengan
keberangkatanku. Sementara tiket pesawat untuk rute internasional tidak bisa di
refund. Aku beruntung.
Akhir November. Aku mendapatkan
notifikasi email. Berarti ada email penting masuk. Aku memang sengaja tidak
mengaktifkan singkronisasi email. Jadi tidak selalu ada notofikasi email,
kecuali yang bertanda penting. Ku buka email ku. Kubaca berulang-ulang. Ku
pakai kacamataku dan membacanya lagi untuk memastikan, barangkali karena ini
faktor minus ku. “Saudara dinyatakan Diterima sebagai penerima program Beasiswa
Unggulan Tahun 2017 Batch 2”. Tertera kalimat itu di body emailnya.
Sekali lagi aku terharu. Aku takjub, takjub dengan skenario Tuhan yang selalu
saja tepat waktu.
“Jangan berpikian negatif mengenai
takdir Tuhan, percayalah semua hanya perihal waktu”
Comments
Post a Comment