How to Get Sponsorship to Join International Event
Sebelumnya gue mau ngasih tau dulu
gambaran tentang Sponsorship itu apa. Well, sponsorship artinya pihak-pihak
yang mendukung kamu dalam ikut event. Nah dalam hal ini pasti selalu berlaku
simbiosis mutualisme alias timbal balik keuntungan yang diberikan kedua
belah pihak. So.. pastikan kamu menawarkan keuntungan yang setimpal
dengan usaha yang sudah diberikan oleh sponsorship buat ngedukung kegiatanmu.
Jenis-jenis Sponsorship itu ada 2:
Pertama, Sponsorship yang kasih dalam bentuk fresh money (uang). Kedua,
Sponsorship yang kasih dalam bentuk barang (barang ini misalnya: tiket,
souvenir, barang-barang yang kamu perlukan untuk event tersebut). Nah, ini
tinggal tergantung kamu butuhnya yang mana. That’s why dalam pengajuan
sponsorship kamu harus identifikasi dulu jenis sponsorship apa yang kamu
buhtuhkan. Kebetulan gue pernah ngedapetin dua jenis Sponsorship ini. Dari
Kemenpora yang ngasih fresh money dan dari fakultas yang ngasih tiket
PP.
Nah, untuk Proposal yang kamu ajuin
buat dapetin Sponsor tentunya berkasnya harus lengkap. Ga jarang proposal yang
ga di acc karena dokumennya kurang lengkap. Berikut dokumen yang diperlukan
dalam pengajuan Sponsorship :
1.
Surat Pengantar Sponsorship
Surat pengatar diletakkan setelah
cover
2.
Proposal Pribadi
Contoh proposal bisa dilihat di akhir
postingan ini
3.
LoA (Letter of Acceptance)
Surat yang menunjukkan bahwa kamu
lolos sebagai participant event
4.
Lampiran
Lampiran ini sangat penting dan tidak
boleh ada yang telewat jika kamu memang ingin meyakinkan pihak Sponshorship
agar keikutsertaanmu didukung mereka. Lampiran meliputi :
a.
Sponsorship Letter
Surat
langsung dari pihak penyelenggara
b.
Surat-surat dukungan
Surat
dari kampus, Lembaga atau Pemerintah yang mendukung kegiatanmu
c.
CV Participant
Usahakan
terdapat email dan nomor yang selalu aktif dan bisa dihubungi
d.
NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
e.
Scan Foto Identitas Diri (KTP dan KTM)
f.
Buku Rekening
Wajib
atas nama pribadi
Jika semua
dokumen untuk proposal sudah kamu siapkan, berikutnya yang harus kamu lakukan
adalah cek tujuan Sponsorship kamu. Apakah mereka menerima proposal melalui
email (soft copy) atau dalam bentuk hard copy. Jika yang kamu
tuju bisa menerima proposal melalui email, kamu beruntung karena bisa menghemat
biaya dan tenaga untuk print dan mengatarkan proposal kamu. Sebaliknya, jika
pihak sponsorship yang kamu tuju hanya menerima proposal dalam bentuk Hard
Copy. So, kamu mesti kirim proposal kamu yang sudah terjilid rapi via JNE
pakai map coklat. Kenapa gue lebih nyaranin buat kirim via JNE, bukan diantar
langsung ke kantornya? Sebenernya bisa aja si buat dianter langsung ke
kantornya, kalau misalkan kantornya deket sama rumah kamu dan kamu punya
kenalan “orang dalam”. Karena sepengalaman temen gue, ada sebagian perusahaan
yang emang ga open door buat nerima orang yang ngajuin proposal secara
langsung. Yang ada bukannya dikasih sponsor malah diusir satpam wkwk.
Well, gue punya
beberapa rekomendasi kementrian atau perusahaan buat kalian ngajuin sponsorship
(Ini berdasarkan pengalaman pribadi gue sendiri dan temen gue yang kebetulan
pernah dapet sponsor juga) :
1. Fakultas mu
(minta rekomendasi kepala jurusan)
2. Universitas mu
3. Dosen-dosen
4. Garuda Indonesia
5. Lion air
6. Bupati/Walikota
(ajukan melalui ajudan, minta untuk audiensi)
7. Kementrian
(untuk Dikti dan Kemenpora ditujukan ke bagian sponsorship)
8. Bank
Konvensional
Idealnya mengirimkan
proposal itu 1 bulan sebelum keberangkatan. Setelah proposal kamu kirimkan kalau
emang kamu punya kontak orang perusahaan yang udah kalian kenal, bisa banget
buat follow up mereka. Tapi kalau ga, tungguin sampai mereka yang mneghubungi
kalian lebih dulu. Terakhir, Jangan lupa buat berdo’a dan sedekah tentunya.
Good luck!
Klik link berikut untuk download :
Surat pengantar sponsorship
Proposal sponsorship
Klik link berikut untuk download :
Surat pengantar sponsorship
Proposal sponsorship

Comments
Post a Comment