Bromo. Part of Wonderfull Indonesia
Gunung Bromo adalah
salah satu keindahan alam yang disajikan di Jawa Timur. Dengan ketinggian 2.329
Mdpl. Sebenarnya Bromo bukan hanya terletak di kota Malang seperti yang
diketahui orang pada umumnya. Tapi mencakup 4 wilayah kabupaten di Jawa Timur
yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang dan
Kabupaten Malang.
Petualangan kali ini dimulai dari kota
kelahiran gue tentunya, Gresik. Kita berangkat bertujuh dari Gresik. Perjalanan
dimulai sekitar jam sebelas malam dan sampai di Kabupaten Probolinggo sekitar
jam 2 malam. Suasananya sudah mulai dingin tapi sepertinya ga sedingin sikap
dia ke kamu. Kami berganti kendaraan ke Jeep untuk melintasi perjalanan di
Bromo yang penuh dengan tanjakan dan belokan yang terkadang curam. Kami
mempersiapkan alat tempur kami, lebih tepatnya berupa jaket, sarung tangan, dan
jas hujan. FYI di Bromo selalu saja turun hujan tiap dini hari hingga pagi hari
meski ketika musim kemarau sekalipun. Jadi selalu siapin jas hujan kalau mau
kesana.
Pukul 4 pagi dengan suasana hujan kami
tiba di Love Hill alias Bukit Cinta. Tempat ini salah satu alternatif tempat
untuk melihat Sunrise. Menurut teman gue yang berpengalaman ke Bromo, Love Hill
is a great place to see a sunrise. Tapii, berhubung ketika gue kesana pas musim
hujan dan kebetulan berkabut, so i can’t see a beautifull sunrise. Gue saranin
kalau ke Bromo jangan pas bulan Desember dan Januari, jika ingin beruntung
melihat sunrise. Tapi gausah khawatir kecewa dengan viewnya meski gagal melihat
sunrise. Disana tetep bagus banget pemandangannya dan suasananya jadi ala-ala
winter gitu karena efek dari kabutnya, jadi tidak begitu mengecewakan ketika kamu
gagal dapetin view sunrise di Bromo.
Setelah dari Bukit Cinta kita melanjutkan
perjalanan ke Gunung Batok Bromo. Tempat yang diagungkan pada perjalanan kali
ini. Kenapa dinamakan Gunung Batok? Karena memang bentuk gunungnya yang mirip
batok kelapa. Jeep hanya bisa mengatarkan sampai di Pasir Berbisik saja,
selebihnya kamu bisa memilih untuk merasakan nikmatnya mendaki atau bisa juga
dengan menyewa kuda yang banyak tersedia disana. Harganya kisaran 50-60 ribu
untuk sekali jalan.
Berhubung gue suka pendakian gue milih untuk tracking alias jalan kaki. Dan lagi-lagi hujan. Kami meneduh di tepian warkop sekitaran Bromo. Disana banyak banget warkop dan abang tukang bakso berjejeran, bahkan ga cuma di bawah tapi ada beberapa yang di pertengahan dan atas Gunung Bromo kecuali di puncaknya. So.. kalau kamu capek bisa istirahat sejenak dan jajan disitu. Saat tracking adalah saat-saat yang paling memorable buat kalian para pendaki gunung. Karena disetiap perjalanan kalian akan menemukan hal-hal unik dan tentunya pemandangan yang tak kalah menarik.
Berhubung gue suka pendakian gue milih untuk tracking alias jalan kaki. Dan lagi-lagi hujan. Kami meneduh di tepian warkop sekitaran Bromo. Disana banyak banget warkop dan abang tukang bakso berjejeran, bahkan ga cuma di bawah tapi ada beberapa yang di pertengahan dan atas Gunung Bromo kecuali di puncaknya. So.. kalau kamu capek bisa istirahat sejenak dan jajan disitu. Saat tracking adalah saat-saat yang paling memorable buat kalian para pendaki gunung. Karena disetiap perjalanan kalian akan menemukan hal-hal unik dan tentunya pemandangan yang tak kalah menarik.
Bunga Edelweis menjadi icon
cantik di pegunungan, tak terkecuali Gunung Bromo. Alasannya karena bunga
Edelweis sangat berguna untuk tanah vulkanik. Bunga Edelweis dibeberapa
pegunungan kini hampir punah bahkan sudah termasuk tanaman yang dilindungi.
Namun sayangnya, belakangan ini banyak kasus pendaki awam (re: alay) yang
memetiknya untuk diberikan kepada kekasihnya dengan dalih, bunga Edelweis
simbol keabadian (jangan ditiru). Jika kamu memang ingin orang lain tau
indahnya pegunungan dan indahnya Edelweis, cobalah untuk mengajak orang itu
kesana. Bukan dengan memamerkannya di dunia maya kepada netizen. Hehe. Tapi tenang, Disekitaran
perlajanan menuju puncak Bromo ada beberapa penjual Bunga Edelweis. Eits, ini
karena bunga Edelweis di Bromo sudah ada tempat untuk konservasinya ya. Dan
hanya penjual dari daerah sekitar Bromo saja yang dilegalkan untuk memetiknya.
Kamu jangan ikut-ikutan. Jangan mengambil apapun kecuali pengalaman dan
pelajaran dari perjalanan kamu.
Sebelum mencapai kawah
Bromo ada 200an anak tangga yang harus didaki, setelah sebelumnya melewati
penanjakan tanah berpasir. Sesampainya dipuncak Bromo kelelahanmu akan terbayar
karena pemandangan yang kamu lihat akan sangat indah. Dipuncak kamu akan
melihat kawah Bromo dan pemandangan beberapa gunung-gunung batok yang terlihat
lebih anggun dari puncak.
Setelah kembali dari
puncak jangan lupa membawa kembali sampah mu. Karena mungkin kesadaran yang
masih kurang, masih ada beberapa sampah yang terlihat di sekitaran kawah Bromo
(meski hanya sedikit). Tapi, akan sangat lebih indah jika tidak ada sampah lagi
disana. Untuk para pendaki yang budiman, jangan meninggalkan apapun kecuali jejak, apalagi meninggalkan teman. Jangan!
Jangan
mengambil apapun kecuali pengalaman dan pelajaran dari sebuah perjalanan.




pengen ke bromo naik motor belum kesampaiann.. -_- sedihh banget rasanya
ReplyDeleteWahh.. Sayang bgt kak, padahal pemandangannya bagus loh 😁
Delete